- Saat seleksi telur tahap pertama, tidak terdapat pembuluh darah/akar di dalam telur penyebabnya adalah telur tidak fertile/dibuahi atau telur dibuahi, namun embrio mati, solusinya:perbaiki manajemen pemeliharaan bibit dan periksa posisi telur karena sisi tumpul harus di atas.
- Saat seleksi telur tahap kedua, telur dibuahi namun banyak embrio mati. peneyebabnya: temperatur salah (terlalu panas),pemutaran telur kurang maksimal, kekurangan oksigen (dataran tinggi oksigen tipis), atau bibit telur kurang baik.Solusinya:periksalah akurasi thermometer, putar telur minimal 3 kali sehari, jangan letakkan mesin di ruang tanpa cukup fentilasi, dan perbaiki manajemen pemeliharaan bibit.
- Telur berisi embrio tapi tidak menetas, penyebabnya: kelembaban kurang,atau bibit kurang baik. solusinya: periksa air, tambah spons di bak atau semprot dengan spray pada telur, dan perbaiki manajemen pemeliharaan bibit.
- Telur menetas terlalu lambat/cepat. penyebabnya : temperatur terlalu tinggi solusinya: periksa akurasi thermometer.
- Anak ayam lama menetas, lumpuh/cacat dan ada noda darah. penyebabnya: bibit kurang baik atau lemah, solusinya: perbaiki manajemen pemeliharaan bibit.
Jumat, 01 April 2016
analisa kegagalan penetasan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar